Beritahati, Surabaya – Aldiansyah (24), warga Benowo yang juga seorang guru silat harus berurusan dengan polisi setelah dia dilaporkan kasus pencabulan gadis di bawah umur.


Pelaku yang belum berkeluarga tersebut mengaku sudah mencabuli korban yang masih berusia 14 tahun itu sebanyak empat kali. Terbongkarnya perbuatan bejat pelaku setelah ibu kandung korban melaporkan perbuatan pelaku ke polisi. Pelaku lalu diamankan di rumahnya.


Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya AKP Ruth Yeni mengatakan awal mula perkenalan pelaku dengan korban melalui story WhatsApp salah satu murid silatnya.


"Ada teman pelaku yang update WA story dan menampilkan nama dan nomor handphone korban. Terus di-save dan chatting kepada korban," kata Ruth Yeni kepada wartawan di Mapolrestabes Surabaya, Jumat (27/9).


Setelah mendapatkan kontak korban, pelaku lalu berkenalan. Mereka kemudian jalan bareng hingga dua bulan lamanya.


"Dari perkenalan itu mereka chattingan selama dua bulan. Dan baru bertemunya dua bulan kemudian," lanjut Ruth Yeni.


Ruth Yeni mengungkapkan pelaku diketahui merupakan seorang guru pencak silat.


"Profesi ini yang memungkinkan pelaku berinteraksi dengan anak-anak. Karena dia juga adalah pelatih beladiri di kampungnya, meskipun korban bukan murid bela diri. Tetapi kelihaiannya bergaul dengan anak-anak dimanfaatkan," tandas Ruth Yeni.


Ruth menjelaskan pelaku sudah empat kali melakukan perbuatan cabul. Perbuatan cabul tersebut dilakukan oleh pelaku di sebuah kamar kos harian.


"Dilakukan di tempat kos harian dengan tarif Rp 60 ribu dan pada saat pertemuan pertama langsung dilakukan dua kali di TKP yang pertama, dan yang kedua sebanyak dua kali," Tandas Ruth Yeni.