Beritahati, Jakarta – Anggota DPR RI fraksi PDIP I Gusti Agung Rai Wirajaya dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi kasus suap pengurusan dana perimbangan untuk Kabupaten Pegunungan Arfak.


Sebelumnya, KPK tetapkan Politisi PAN Sukiman sebagai tersangka yang diduga menerima suap sebesar Rp2,65 miliar dan US$22 ribu dari Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pegunungan Arfak, Natan Pasomba.


Natan sendiri diduga sudah menyediakan uang suap sebesar 9 persen dari dana perimbangan yang dialokasikan untuk Pegunungan Arfak guna meloloskan pengajuan anggaran tersebut.


Kasus suap Pegunungan Arfak berawal dari ajuan dana alokasi khusus pada APBN Perubahan 2017 dan APBN 2018 ke Kementerian Keuangan oleh Pemerintahan Daerah Kabupaten Pegunungan Arfak melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).


Dalam proses pengajuan tersebut Sukiman diminta membantu meloloskan pengajuan anggaran tersebut oleh Natan melalui pegawai Kemenkeu.


Kasus ini bermula dari dugaan terhadap Risyanto yang telah menjanjikan kuota impor ikan seberat 250 ton kepada PT NAS pada Mei 2019 dan tambahan 500 ton pada Oktober 2019.


Dengan pelolosan kuota impor tersebut, Risyanto menerima dana alokasi sebesar Rp1.300 per kilogram ikan yang diimpor oleh PT NAS.


Mujib juga disebut menyiasati penyimpanan ikan di cold storage milik Perum Perindo agar seolah-olah pihak yang melakukan impor adalah dari Perum Perindo.