Beritahati, Jakarta - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI Siti Nurbaya Bakar mengatakan jumlah titik panas (hotspot) atau titik panas yang tersebar di sejumlah daerah berkurang drastis jika dibandingkan data satu minggu terakhir.


"Sudah menurun jauh, data per hari ini ada 600 titik panas padahal minggu lalu mencapai angka tiga hingga empat ribu," kata dia di Jakarta, Rabu (2/10).


Dari 600 titik panas tersebut, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) merupakan daerah paling dominan dibandingkan wilayah lainnya. Turun drastisnya angka titik panas itu juga dipengaruhi oleh penerapan teknologi modifikasi cuaca selama satu minggu terakhir.


Terkait titik panas yang masih dominan di Sumsel, KLHK telah melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah setempat agar persoalan itu mendapat perhatian serius.


Selain itu, Dirjen penegakan hukum beserta Dirjen Pengendalian Perubahan Iklim (PPI) diminta segera mendata perusahaan swasta yang terlibat dan melakukan penyegelan.


Terkait perkembangan jumlah perusahaan yang telah disegel, Siti membenarkan sudah melebihi 62 korporasi baik dalam negeri maupun dari Singapura dan Malaysia.


"Pihak swasta ini harus bekerja juga, kalau tidak mereka bisa kena," katanya.