Beritahati, Sumsel - Polres Musi Banyuasin (Muba) masih memburu beberapa pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) yang menewaskan dua korban jiwa pada Sabtu (21/9) lalu dengan kejadian di Babat Toman, Muba.


"Kami imbau kepada para pelaku lain agar secepatnya menyerahkan diri. Karena pihak Kepolisian dalam hal ini terus melakukan pengejaran," kata Kapolres Muba AKBP Yudhi Surya Markus Pinem di Mapolres, Muba, saat menerima kunjungan media dan tim Divisi Humas Polri, Kamis (3/10).


Kapolres menjelaskan, pengungkapan kasus curas dengan dua korban tewas ini setelah meringkus dua pelaku curas dan satu penadah.


"Kasus ini terjadi di kawasan PT Pinago Kecamatan Babat Toman. maka diamankan P dan A serta seorang penadah N," katanya.


Kronologi, menurut Kapolres, kelima pelaku dengan inisial S, AM, AS (DPO), P (19) dan A (23) melancarkan aksinya pada hari Sabtu (21/9) sekira jam 02.30 WIB dengan lokasi kejadian di Divisi 1 Blok C 27 PT. Pinago Utama, Babat Toman, Kabupaten Muba.


Saat beraksi para pelaku ini telah mempersiapkan tiga pucuk senjata api rakitan (senpira) laras panjang dan satu pucuk senpira laras pendek. Mereka mendatangi camp tempat tinggal korban dimana para korban sedang membangun jembatan milik PT. Pinago Utama tersebut.


Sesampainya di TKP pelaku AM langsung melakukan penembakan kepada korban Yulius Patra Kurniawan (35), buruh bangunan yang beralamat di Dusun 2 desa Rantau Sialang Kec. Sungai Keruh dan Tarmizi (35) buruh yang tinggal di Dusun 3 desa Rantau Sialang Kec. Sungai Keruh yang mengakibatkan kedua korban meninggal dunia.


Para pelaku juga akan menembak Sayuti (61), buruh yang tinggal di Dusun 2 desa Rantau Sialang Kec. Sungai Keruh.


“Peran dari masing-masing pelaku ialah AM eksekutor penembakan dan yang membawa senpira adalah S, AS, AM sedangkan tersangka P membawa sebilah parang serta tersangka A berperan mengantarkan para pelaku ke TKP dengan menggunakan perahu kecil (ketek)," ujar Kapolres


Setelah itu para pelaku langsung membawa kabur sepeda motor, HP dan dompet milik korban dengan total kerugian ditaksir Rp30 juta.


"Kami berhasil mengungkap kasus ini setelah menangkap penadah dari hasil curian tersebut," katanya.