Beritahati, Jakarta – Polisi telah melakukan penahanan terhadap Dosen Institut Pertanian Bogor (IPB), Abdul Basith, beserta sembilan tersangka lainnya. Adapun para tersangka ini ditahan di rumah tahanan (rutan) Polda Metro Jaya.


“Iya benar (sudah ditahan di Rutan Polda Metro Jaya),” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono saat dikonfirmasi wartawan yang bertugas di Polda metro, Kamis (3/10/2019).


Adapun sembilan tersangka lainnya itu ialah S, OS, JAF, AL, NAD, SAM, YF, ALI, dan FEB. Para tersangka disangkakan dengan sejumlah pasal, di antaranya adalah Pasal 169 KUHP dan Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951.


Argo mengatakan, seluruh tersangka ini ditahan selama 20 hari kedepan.


“Penahanan penyidik itu 20 hari ke depan dan dapat diperpanjang selama 40 hari,” jelas Argo.


Sebelumnya, polisi telah mengamankan dosen Institut Pertanian Bogor (IPB) Abdul Basith dan sembilan orang lainnya.


Adapun masing-masing tersangka memiliki peran dalam rencana aksi rusuh tersebut. Di mana Abdul Basith berperan sebagai penyimpan bom molotov. Saat diamankan di kediamannya di kawasan Tangerang, Abdul terbukti menyimpan 28 bom molotov.


Ia diduga merencanakan peledakan bom molotov tersebut saat aksi Mujahid 212 Selamatkan NKRI pada Sabtu (28/9) lalu.