Beritahati, Jakarta – Kasus pengurusan izin impor bawang putih menjadi agenda Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk pemeriksaan terhadap dua pejabat tinggi di Kementerian Perdagangan (Kemendag), Kamis (3/10). Keduanya ialah Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendag Oke Nurwan dan Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi Kemendag Tjahya Widayanti.


 


"Mereka akan dimintai keterangannya untuk tersangka IYD [I Nyoman Dhamantra]," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Kamis (3/10).


 


Ini merupakan panggilan lanjutan untuk Oke Nurwan dan Tjahya setelah sebelumnya beberapa kali mangkir. Febri mengatakan kedua saksi tersebut, termasuk Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita tak memiliki itikad baik karena beberapa kali tidak menghadiri pemeriksaan.


 


Padahal, menurut dia, pemeriksaan ini merupakan ruang bagi siapa pun untuk menyampaikan kebenaran terkait peristiwa.


 


Selain pejabat tinggi Kementerian Perdagangan, lembaga antirasuah KPK juga akan melakukan pemeriksaan terhadap Direktur Operasional PT Pertani Lalan Sukmaya. Serta tiga pihak swasta bernama Made Ayu Ratih, Mohamad Idris Karyawan, dan Al Amin. Mereka juga akan diperiksa untuk tersangka I Nyoman Dhamantra.


 


Dalam perkara ini, lembaga antirasuah KPK juga sudah melakukan pemeriksaan terhadap beberapa petinggi di Kementerian Pertanian. Satu di antaranya ialah Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian Syukur Iwantoro.


 


Per bulan Agustus kemarin, KPK telah melakukan penggeledahan di 15 lokasi dengan menelusuri bukti-bukti yang ada, berupa dokumen terkait kasus impor bawang putih dan juga berkaitan dengan kewenangan Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan.


 


Beberapa lokasi yang digeledah ialah ruang kerja Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, ruang kerja Direktorat Jenderal Holtikultura Kementerian Pertanian, dan ruang kerja Anggota Komisi VI DPR RI I Nyoman Dhamantra.


 


KPK telah mengumumkan enam tersangka dalam kasus pengurusan izin impor bawang putih. Tersangka yang berperan sebagai pemberi berjumlah tiga orang dari unsur swasta masing-masing Chandry Suanda (CSU) alias Afung, Doddy Wahyudi (DDW), dan Zulfikar (ZFK).