Beritahati, Jakarta - Sekretaris Fraksi Gerindra DPR Desmond J Mahesa mengaku tidak khawatir lantaran mayoritas pimpinan DPR didominasi partai pendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi). Menurut dia, kebersamaan PDIP dengan Jokowi tidak selalu berjalan mulus.


"Kemesraan itu tidak selamanya kemesraan. Kemesraan itu bisa ada perbedaan," kata Desmond di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (2/10).


Ia memastikan, fungsi DPR sebagai lembaga yang melakukan check and balances tidak akan terganggu. Menurut dia, fungsi pengawasan DPR tetap akan berjalan.


"Check and balance itu kan tergantung perbuatan apa? Saya pikir Jokowi sudah tidak terlalu panjang lagi berkuasa, sudah selesai lima tahun ini. Sesudah dia nunjuk menteri juga udah berubah, orang akan menilai," ujar dia.


Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago menilai, DPR mendatang hanya sebagai tukang stempel pemerintah.


"Ditambah lagi semua pimpinan lembaga negara dikuasai partai pemerintah. Bamsoet terpilih jadi ketua MPR, berarti sudah diborong habis oleh the rulling party," ujar Pangi, kemarin (3/10).


Dia sangat berharap ada kekuatan penyeimbang di parlemen mendatang sehingga check and balances berjalan baik di parlemen. Ia mengibaratkan tekanan dan sikap partai di parlemen yang berbeda dengan pemerintah bisa menjadi vitamin penyehat bagi demokrasi.


"Sekarang kan terlihat sekali apa maunya pemerintah, diamini semua oleh DPR, termasuk RUU inisiatif pemerintah berjalan mulus di DPR, namun akhirnya ditunda pengesahannya karena tekanan publik dari mahasiswa dan pelajar," kata dia.