Beritahati, Semarang - 6 pemuda asal Banyumanik Semarang diringkus jajaran Polsek Banyumanik Semarang karena melakukan pemerkosaan terhadap MN (20) warga Kabupaten Wonogiri. Keenam pelaku memperkosa korban secara bergilir di sebuah kebun di Jalan Empu Sendok Raya Kelurahan Pudak Payung Kecamatan Banyumanik Kota Semarang.


Kapolrestabes Kota Semarang Kombes Pol Abiyoso Seno Aji melalui Wakapolsek Banyumanik AKP Suradi Warso mengatakan, korban MN merupakan warga Kabupaten Wonogiri yang sedang merantau di Kota Semarang sebagai pekerja swasta.


“Awal mula kejadian ketika korban MN seusai menonton wayang di Srondol Kulon pulang ke tempat kosnya di jalan Setuk Raya mengunakan ojek online. Ketika melewati SPBU Kalipepe bertemu dengan salah satu tersangka berinisial FP yang dikenal melalui media sosial,” ujarnya, Kamis (3/10).


AKP Suradi menjelaskan, bersama kelima tersangka lainnya berinisial CH (28), RA (25), NH (32), ADP (32) dan YAP (16) korban diajak untuk menonton balapan liar di kawasan Pudak Payung Kecamatan Banyumanik Kota Semarang.


Ketika sedang menonton balapan liar petugas patroli dari Polsek Banyumanik mendatangi lokasi sehingga para tersangka bersama korban melarikan diri ke taman Bumirejo. Di lokasi tersebut korban MN mulai dicabuli oleh keenam pelaku yang sedang terpengaruh minuman berakohol.


“Ketika melakukan pencabulan para tersangka dalam pengaruh minuman keras sehingga korban hanya diam saja karena merasa takut,” imbuhnya.


Dikarenakan taman Bumirejo masih ramai, para tersangka mengajak korban ke kebun di daerah Empu Sendok dan dilakukan pemerkosaan secara bergilir. Seusai digilir di kebun, korban diantarkan ke kosnya dan kembali dilakukan pemerkosaan secara bergilir.


“Dari keenam tersangka, dua orang yakni YAP dan NH tidak ikut memperkosa, namun ikut membantu dengan memegangi tangan dan kepala korban. Adapun FP merupakan otak pelaku pemerkosaan,” jelasnya.


Seusai kejadian, AKP Suradi mengatakan korban mengalami trauma dan sering pingsan ditempat kerja. Oleh rekan kerja korban bercerita telah mengalami pemerkosaan. Dengan diantar rekan kerjanya, korban melaporkan kasus yang dialaminya ke Polsek Banyumanik.


Sementara itu, salah satu tersangka berinisial ADP ketika ditemui dibalik jerusi besi mengaku tidak bersalah atas pemerkosaan yang dilakukan terhadap korban. Menurutnya pemerkosaan tersebut terjadi dikarenakan korban diam saja ketika para pelaku mulai memegangi tubuh korban.