Beritahati, Samarinda - Badan Narkotika Nasional (BNN) Samarinda berhasil melakukan pengungkapan dan penangkapan tersangka jaringan narkotika Tawau, Malaysia - Balikpapan, Kutai, Indonesia.

Dalam pengungkapan ini, tim BNN melakukan serangkaian penangkapan terhadap tersangka dibeberapa tempat di Kalimantan Timur, diantaranya; Di rumah makan Pinrang 88, Jalan Ahmad Yani; Bandara Sepinggan, Balik Papan; SPBU Pelita 2 Jalan Sultan Sulaiman; Cafe Excelco, Big Mall, Samarinda.


Adapun tersangka yang diamankan, diantaranya; Daeng Rudi dan Ari berperan sebagai pembeli, Rudi sebagai kurir pembeli, Agus sebagai pengirim, Firman sebagai pengirim, Tanco sebagai pengendali.


Dari keterangan tersangka, rencananya narkotika akan diedarkan di Samarinda, Kutai, Balikpapan dan kota-kota sekitar Kalimantan Timur.


Jaringan ini juga berupaya membuka pasar baru dan menambah pasokan diwilayah Kalimantan Timur terkait dengan rencana pemindahan ibu kota RI ke Kalimantan Timur.


Pengungkapan ini berawal dari informasi masyarakat dan hasil penyelidikan yang mengetahui bahwa terdapat peredaran narkotika jenis jenis sabu dari Tawau, Malaysia yang dikirim lewat jalur laut menuju Tarakan.


Setelah diusut, narkoba itu akan dikirim ke wilayah Samarinda, Kalimantan Timur melalui jalur darat yg dikendalikan oleh seseorang bernama Ari dengan Rudi yang keduanya berperan selaku pembeli.


Dari hasil penyelidikan dilapangan, BNN Samarinda mengerebek Firman dan Agus yang sedang menaiki mobil Ford Ranger merah yang sedang parkir di Rumah Makan Pinrang 88. Saat penggeledahan terhadapan mobil, BNN menemukan sebuah kotak yang ada belakang mobil kotak kayu besar warna hitam dan 1 karung berisi teh hijau.


Setelah dibuka dalam kotak tersebut, ternyata ada satu 1 karung berwarna putih yang berisi narkotika jenis sabu sebanyak 38 bungkus seberat 36 kilogram yang dikemas dengan lakban warna hitam dan abu abu.


Dari keterangan kedua tersangka yang Firman dan Agus, BNN melakukan penangkapan terhadap tersangka Tanco di Bandara Sepinggan sesaat keluar dari pesawat. Selanjutnya tim BNN menangkap Ari sebagai pemesan barang dan Rudi yang berperan sebagai kurir.


Adapun barang bukti yang diamankan adalah 38 bungkus narkotika jenis sabu asal Kuala Lumpur sebanyak 36 kilogram


Sedangkan barang bukti lain yang diamankan sebagai alat untuk menjalankan bisnis barang haram ini, diantaranya; 2 buah handphone dan kartu identitas milik Firman, 1 buah handphone dan kartu identitas milik Agus, 3 buah handphone dan kartu identitas milik Daeng Ari, 2 buah handphone dan 1 unit motor milik Rudiansyah, 1 buah handphone dan kartu identitas milik Tanco, 1 unit mobil Ford Ranger merah dengan nomor KT 8464 BO, 1 unit motor Honda Vario KT 6308.