Beritahati, Wamena - Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian mengatakan pihaknya telah mengirimkan lebih dari 1.000 pasukan untuk mengamankan Wamena, jika kurang maka akan ditambah lagi.


"Kita sudah kirim pasukan cukup banyak di sini, lebih seribu, kalau kurang kita tambah lagi," kata Kapolri pada kunjungannya bersama Menko Polhukam Wiranto dan sejumlah menteri di Wamena, Selasa (8/10) .


Pernyataan Kapolri tersebut disambut riuh warga. "Kurang, kurang," teriak warga yang mengungsi di Kodim 1702/Jayawijaya.


Namun, Kapolri Jenderal Tito Karnavian berpandangan bahwa situasi keamanan belum benar-benar kondusif, selama tokoh-tokoh yang termasuk dalam kelompok pemicu kerusuhan belum ditangkap.


"Definisi amannya kalau tokoh-tokoh penggeraknya, baik dari ULMWP maupun KNPB ketangkap. Kita sudah tahu nama-namanya mereka," ujar Tito di Jayapura, Rabu (9/10).


Dua kelompok yang disebut Tito adalah United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) dan Komite Nasional Papua Barat (KNPB).


Adapun, ULMWP atau Gerakan Persatuan Pembebasan untuk Papua Barat merupakan organisasi politik untuk memperjuangkan kemerdekaan Papua Barat. Organisasi tersebut dipimpin oleh Benny Wenda. Sementara, KNPB adalah organisasi politik rakyat dan sebuah kelompok masyarakat Papua yang berkampanye untuk kemerdekaan Papua Barat.