Beritahati, Pandeglang - Menkopolhukam RI Wiranto dirawat di RSUD Berkah Pandeglang untuk menjalani pengobatan medis pasca penusukan oleh orang tidak di kenal di Alun-alun Menes, Kabupaten Pandeglang, Banten, Kamis.


Berdasarkan informasi penusukan yang dilakukan orang tidak dikenal tersebut saat Wiranto hendak kembali ke Jakarta setelah meresmikan Gedung Kuliah Bersama di Universitas Mathla’ul Anwar di Desa Sindanghayu, Kecamatan Saketi,Pandeglang.


Wiranto saat ini itu pergi ke Alun-alun Menes dan turun dari kendaraan, namun secara tiba-tiba ada orang tidak dikenal menusuknya. Wiranto diserang pasangan suami istri, SA dan FA. Pasangan suami istri yang menyerang Wiranto tersebut kemudian diamankan oleh petugas yang ada di lokasi.


Profil Pasangan Suami Istri


FA (Istri) lahir di Brebes, 3 Mei 1999. Saat ini usia FA berusia 20 tahun. Sementara SA (Suami), lahir di Medan pada tahun 1968 dan saat ini berusia 51 tahun. Beda usia pasangan suami istri yang tinggal di rumah kontrakan di Desa Kampung Sawah, Pandeglang adalah 31 tahun. SA disebutkan pernah menikah dan memiliki dua anak perempuan.


Menikah pada Agustus 2019, Saefudin Ketua RT di Desa Sitanggal, Brebes tempat kelahiran FA mengatakan bahwa perempuan yang menyerang Wiranto tersebut belum menikah.


Namun dia mendapatkan kabar bahwa FD berencana melangsungkan lamaran. Saat di Brebes, FD tinggal bersama orang tua dan kakak serta adiknya. FD diceritakan sudah merantau sejak lulus Sekolah Dasar (SD) dan bekerja sebagai asistem rumah tangga. Terakhir kali FD pulang saat lebaran tahun ini.


"Kalau pulang jarang hubungan sama tetangga. Terakhir pulang Lebaran kemarin. Saat pulang ia sendirian. Tidak pernah bawa teman. Kan dia belum menikah," kata Saefudin.


Pernyataan berbeda disampaikan Mulyadi, ketua RT di Kampung Sawah, Pandeglang, tempat pasangan suami istri tersebut tinggal di rumah kontrakan.


Mulyadi mengatakan SA tinggal di rumah kontrakan sejak Februari 2019 bersama anak perempuan yang berusia 13 tahun. Sekitar 3 bulan atau tepatnya Agustus 2019. SA meminta izin untuk menikah di Bogor. "Dia minta izin menikah di Bogor, pas balik lagi ke sini sudah bawa istri, bercadar, sekitar 19-20 tahunan," kata Mulyadi.


Salah satu saksi bernama Enduy yang melihat langsung peristiwa penusukan di Alun-alun Menes bercerita awalnya pelaku laki-laki melukai Wiranto. Kapolsek Menes Kompol Dariyanto yang dekat dengan Wiranto mencoba menghalau dan menarik pelaku. Namun Dariyanto malah ditusuk oleh pelaku wanita.


SA alias Abu Rara mendekati Wiranto dan berpura-pura sebagai warga yang hendak bersalaman dengan pejabat.


"Yang tusuk Wiranto laki - laki, ditarik sama Kapolsek pelakunya. Pelaku lainnya yang perempuan langsung tusuk Kapolsek," kata Enduydi Alun - alun Menes, Kamis.


Kapolda Banten Irjen Pol Tomsi Tohir menyebut kedua pelaku menggunakan dua senjata berbeda saat beraksi menusuk Kemenko Polhukam Wiranto di Alun - alun Menes, Kabupaten Pandeglang, Kamis (10/10/2019). "Laki - laki dalam bentuk belati, perempuan gunting," kata Kapolda Banten di Alun - alun Pandeglang.


Saat dilakukan penggeledahan, tetangga kontrakan pasangan suami istri SA dan FD mengaku pernah melihat pistol dan sejumlah buku agama saat masuk ke rumah kontrakan pelaku. Saat itu ia hendak membeli pulsa. "Saya lihat ada pistol, kata anaknya yang umur 13 tahun itu punya Abi (pelaku pria)," kata dia.


Sementara tetangga lain, Nita merasa janggal dengan perilaku pasangan suami istri tersebut. Menurutnya pintu rumah kontrakanmereka sering tertututp walaupun mereka berjualan pulsa.


"Ya, memang jualan pulsa, tapi tapi enggak pernah itu gabung-gabung. Saya juga sampai gak tahu namanya, kita sempat curiga sih, tapi hati-hati takut timbul fitnah," kata Nita kepada wartawan di Kampung Sawah, Kamis (10/10/2019).


Laporan Lengkap Polisi Penangkapan Pelaku Pasca Penusukan


"POLRES PANDEGLANG


Ijin Melaporkan Pada Hari Kamis Tanggal 10 Oktober 2019 Sekitar Pukul 11.55 Wib Bertempat di Pintu Gerbang Lapangan Alun - alun Menes Ds. Purwaraja Kec. Menes Kab. Pandeglang Telah Terjadi penusukan Terhadap Jenderal TNI ( Purn ) DR. H. WIRANTO, SH., ( Menko Polhukam ) Bersama Rombongan Yang Hendak Meninggalkan Helly Pad Lapangan Alun - alun Menes Ds. Purwaraja Kec. Menes Kab. Pandeglang.


Pelaku Penusukan
1. Sdri. FA BINTI S, Brebes 05 mei 1998, Alamat Ds, Sitanggai Kec. Karangan Kab. Brebes. ( Untuk saat ini yg bersangkutan tinggal / ngontrak di Kp. Sawah Ds/ Kec .Menes Kab. Pandeglang )


2. Sdr. SA alias ABU RARA, Medan, 24 - 08 - 1988, Jl. Syahrial VI No 104 LK, Ds, Tanjung Mulia Hilir, Kec. Medan Deli, Kota Medan, Sumatra Utara.


No KK 1271060912100***


No KTP 1271062408680***


Kedua Tersangka Diamankan di Mako Polsek Menes POLRES PANDEGLANG
Kronologi Kejadian
Pada Hari Kamis Tanggal 10 Oktober 2019 Sekitar Pukul 11.55 Wib Bertempat didepan Gerbang Lapangan Alun - alun Menes Ds. Purwaraja Kec. Menes Kab. Pandeglang Telah Terjadi Penyerangan / Penusukan Yang di Lakukan Oleh Kedua Tersangka Tersebut di atas Terhadap Jenderal TNI ( Purn ) DR. H. WIRANTO, SH., ( Menko Polhukam ), KOMPOL DARIYANTO SH, MH ( Kapolsek Menes ), Sdr. H. FUAD. Adapun Kejadian Penusukan Tersebut secara Tiba-tiba langsung Menyerang / Menusuk kebagian Perut Jenderal TNI ( Purn ) DR. H. WIRANTO, SH., ( Menko Polhukam ) dengan Sajam Berupa Gunting Secara Membabi Buta sehingga mengakibatkan luka tusuk Pada KOMPOL DARIYANTO SH, MH ( Kapolsek Menes ) dibagian Punggung, Sdr. H. FUAD ( Dada Sebelah Kiri Atas ).


Demikian Laporan Sementara yang dapat dilaporkan. Perkembangan lanjut Segera Dilaporkan Kembali.


 
Berita 12


 


berita 9



Berita 6