Beritahati, Jakarta - Terkait himbauan pemerintah mengenai Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), sekolah-sekolah negeri yang berlokasi Jakarta Barat melakukan sistem secara online untuk penerimaan siswa barunya.


Dan sekolah yang sudah menerapkan penerimaan sistem online, salah satunya adalah SMA Negeri 78 Jakarta yang terletak di Palmerah, Jakarta Barat.


Humas SMA Negeri 78 Zainuddin mengatakan pihaknya telah memfasilitasi sebuah website yang nantinya digunakan untuk pendaftaran siswa baru secara daring.


Seperti masuk universitas, nantinya para siswa dan orang tua diminta mengunggah form data kebutuhan yang sudah disediakan.


Zainuddin juga memastikan bahwa website tidak ada kendala. Sebab websitenya bergantung langsung dengan website induk milik Dinas Pendidikan DKI Jakarta.


Sehingga ia menjamin server akan kuat menampung traffic yang besar saat pembukaan pendaftaran siswa baru secara daring berlangsung.


"Website itu pernah kami coba di ujian sekolah dengan ratusan siswa dan tidak ada kendala terkait server down dan sebagainya," ujar Zainuddin.


Saat ini website tersebut belum bisa diakses karena belum masuk ke waktu penerimaan siswa baru. Kemungkinan website akan dibuka (15/6) saat penerimaan siswa baru dibuka.


"Kami sudah melaksanakan rapat teknis dengan Dinas Pendidikan DKI Jakarta dan arahan sudah dilaksanakan," ujar Zainuddin saat dihubungi sejumlah media.


Zainuddin melanjutkan data-data yang diperlukan seperti penerimaan siswa baru di tahun-tahun sebelumnya harus discan dan diunggah ke website, seperti rapor SMP dan beberapa surat bermaterai.


Meski demikian, saat ini pihaknya mengkhawatiran satu hal dari sistem penerimaan baru secara daring tersebut. Dikhawatirkan masih ada orang tua yang kurang mengerti teknologi (alias gagap teknologi atau gaptek, red) sehingga kesulitan dalam mendaftarkan anaknya masuk sekolah.


"Takutnya karena mereka gaptek dan ujung-ujungnya berbondong-bondong ke sekolah. Sedangkan di sekolah tidak buka layanan secara langsung dan hanya ada guru piket," ujarnya.


Hal inilah yang kemungkinan akan dirapatkan dengan Dinas Pendidikan DKI Jakarta.


Sementara itu untuk kenaikan kelas, pihaknya masih mempersiapkan ulangan akhir tahun untuk siswa X dan XI yang berlangsung pekan depan.


Ulangan juga akan dilakukan secara daring sehingga nantinya para orang tua akan diminta mengawasi langsung anaknya di rumah agar tidak mencontek saat ujian.


"Kami sudah tandatangani kesepakatan dengan orang tua, mereka diminta jujur dalam awasi anak saat ujian," ujar Zainuddin.


Ujian daring itu juga dirancang sama persis seperti ujian di kelas seperti umumnya. Ada durasi pengerjaan soal saat ulangan berlangsung.


"Selain itu ketika jawaban dipilih juga akan terkunci sehingga tidak dapat diganti. Hal itu meminimalisir kemungkinan mencontek saat ujian,” ujarnya.


Sementara itu Kepala Suku Dinas Pendidikan Jakarta Barat wilayah I Agus Ramdani mengatakan bahwa seluruh sekolah di Jakarta Barat siap menerapkan sistem online dalam penerimaan siswa baru.


"Sesuai juknis semua dilkukan online #dirumahsaja," ujarnya.