Beritahati, Jakarta - PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) yang diterapkan Pemprov DKI Jakarta untuk menekan penyebaran Covid-19 ternyata memunculkan permasalahan baru ditengah masyarakat Jakarta.


Polda Metro mengungkapkan bawaha selama tiga bulan terakhir pemberlakukan PSBB, aksi kriminal baik pencurian maupun perampokan, kejahatan pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat), hingga pencurian kendaraan bermotor (curanmor) meningkat dibandingkan tahun sebelumnya dibulan yang sama.


Secara spesifik, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengungkapkan bahwa selama PSBB, kasus perampokan meningkat minimarket dua kali lipat bila dibandingkan tahun sebelumnya. Yusri mengatakan pihaknya sudah mendata ada 21 lokasi perampokan minimarket diwilayah Polda Metro Jaya.


Terbaru, Polda Metro Jaya berhasil membekuk pelaku perampokan minimarket di Kembangan, Jakarta Barat, Jumat (5/6/2020) kemarin. Saat hendak ditangkap pelaku yang berjumlah empat orang sempat melepaskan tembakan perlawanan ke aparat. Dua dari lima pelaku perampok tewas setelah diterjang timah panas polisi.


Selain menembak mati keduanya, polisi juga melumpuhkan dua pelaku lainnya, SG(31), dan ZD(25). Keduanya tak bergerak saat timah panas menembus kaki kirinya. Sementara satu lainnya, AH, 25, memilih menyerah. Dan satu lainnya masih diburu polisi.


Hingga berita ini diturunkan, dua kasus itu masih dilidik oleh pihaknya. Rekaman cctv dan keterangan saksi masih dilakukan demi menelusuri dua kasus itu.


"Dari jumlah itu sebanyak 19 kasus berhasil diungkap polisi," kata Yusri di Mapolres Metro Jakarta Barat (6/6/2020).


Sebabnya adalah
Berdasarkan pengakuan para tersangka, sebelum melakukan aksi perampokan mereka terlebih dulu memantau situasi dan kondisi minimarket yang jadi incaran.


Mereka memanfaatkan kebijakan minimarket yang tutup lebih awal antara pukul 19-20.00 WIB. Selain itu, tidak adanya pengamanan swadaya membuat mereka makin berani melakukan aksinya.


"Mereka mencari situasi saat sepi. Mereka memantau minimarket yang penjagaannya dianggap rendah," ucapnya.


Yusri mengimbau para pengusaha minimarket agar menyiapkan jasa pengamanan mandiri, atau memberdayakan masyarakat sekitar untuk membantu pengamanan. Sebab, jika hanya mengandalkan CCTV untuk keamanan tidak cukup.


"Karena perampok menganggap disitu ada uang tunai, kedua sistem pengamanannya lemah. Yang da di situ cuma petugas pelayan minimarket, kalau ada sekuriti disitu mereka tidak berani," lanjut Yusri.


Yusri kembali menegaskan bahwa Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Nana Sudjana telah membentuk satuan tugas khusus (Satgasus) mengatasi persoalan ini selama PSBB berlangsdung. Dan selama itu pula satgasus telah berhasil mengungkap sejumlah kasus.


“Kapolda juga telah meminta Polres bila tak sanggup untuk di back-up polda, dan disitulah peran Satgasus,” tutupnya.