Beritahati, Yogyakarta - Sejumlah warga di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta tidak bersedia menerima dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk masyarakat terdampak COVID-19 yang bersumber dari Dana Desa karena mereka merasa sudah mampu dan minta mengalihkan kepada warga lain yang lebih membutuhkan.


"Ada sekitar 15 sampai 20 warga Sleman yang tidak bersedia menerima BLT dari Dana Desa dan mengembalikan undangan untuk mengambil BLT ke pemerintah desa," kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kabupaten Sleman Shavitri Nurmaladewi di Sleman, Rabu (10/6/2020).


Shavitri menambahkan ada sejumlah alasan warga yang mengembalikan bantuan tersebut kepada pemerintah desa, diantaranya merasa tidak berhak karena sudah mampu dan masih banyak yang lebih membutuhkan, masih kuat bekerja dan berusaha.


"Sehingga mereka dengan ikhlas dan jujur merasa lebih baik diberikan kepada yang lain yang lebih membutuhkan," katanya.


Ia mengatakan, salah satu warga yang mengembalikan BLT Dana Desa yaitu Mardi warga Desa Margoluwih, Kecamatan Seyegan.


"Pak Mardi ini tidak bersedia menerima BLT Dana Desa karena merasa masih mampu dan masih bisa bekerja, sehingga mengembalikan undangan ke Pemerintah Desa Margoluwih," katanya.


Berdasarkan keterangan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Sleman, penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa pada bulan pertama yang dilaksanakan dari 15 hingga 22 Mei 2020 dengan sasaran sebanyak 13.219 penerima manfaat/KK.


"Dari jumlah tersebut, data yang tidak tersalurkan sebanyak 268 KPM, dikarenakan sudah menerima bantuan dari sumber lain, sudah pindah alamat dan meninggal dunia," katanya.