59273 
Hati-Hati! Ganja Sintetis K-2 Kingkong Marak Beredar

Hati-Hati! Ganja Sintetis K-2 Kingkong Marak Beredar

Reporter : Andrew Tito

Jakarta (27/6) - Setiap waktu modus peredaran narkotika terutama jenis ganja semakin bervariasi. Hal itu dilakukan hanya demi mengamankan penyamaran peredaran narkotika.


Salah satu modus terbaru yang terendus dari hasil penelusuran Beritahati.com adalah ganja sintetis bernama “K-2 Kingkong”. Tembakau memabukan ini ternyata sudah marak beredar di Ibukota.


K-2 Kingkong bisa dikatakan jenis ganja sintetis berbahan asli tembakau yang di rendam kemudian dikeringkan dengan cairan khusus dengan kandungan THC (Tetra Hydro Cannabinol), yakni senyawa aktif yang terdapat dalam tanaman Cannabis atau Ganja.Maka tak heran, K-2 ini hasilnya 10 kali lipat lebih besar dari ganja asli. Cara pemakaiannnya pun sama dengan, dimana daun tembakau K-2 di linting bagaikan rokok yang dibakar lalu dihisap.


Beberapa sumber Beritahati.com yang enggan disebutkan namanya mengaku pernah mencicipi tembakau K-2 tersebut. Mereka mengatakan Efek "fly" yang dihasilkan K-2, jauh melebihi efek "fly" yang ada pada ganja berbahan asli dan bau asap K-2 tidak tidak begitu menyengat.


“Asapnya ga ada baunya. Efek maboknya juga lebih parah. 1 linting aja cukup buat mabok lima orang" kata salah seorang pemakai narkoba K-2 yang enggan disebutkan namanya, Jumat (26/6) malam.


Sumber lain menambahkan untuk mendapatkan ganja sintetis K-2 sangat sulit karena hanya dijual di pasaran gelap. Selain itu, perbandingan harga tembakau K-2 lebih mahal ketimbang harga ganja asli. Untuk mendapatkan 2 linting K-2, pemakai harus mengeluarkan kocek sebesar Rp 50 ribu. Berbeda dengan ganja asli yang bisa dibanderol Rp 50 ribu perpaketan kecil tetapi biasa dilinting menjadi 5-6 linting ganja.


"K-2 itu mahal bang, gocap (Rp 50-red) aja cuma dapet dua linting, tapi efeknya lebih tinggi karena tembakaunya direndam pake zat kimia. Satu kali hisap saja bisa mabuk. Kalo ganja biasa dengan harga lima puluh ribu bisa dapet enam sampe tujuh linting," timpal sumber lain.


 

   

Populer

Pilihan

Ikuti Berita

Back to Top