Beritahati.com, Jakarta - Perayaan Tahun Baru China atau Imlek 2567 di ibukota, ternyata tak hanya dirayakan dan dinikmati oleh warga etnis Tionghoa saja, melainkan juga kaum dhuafa.

Gambaran itu terlihat saaat ratusan gelandangan dan pengemis (Gepeng) membanjiri halaman Vihara Dharma Bhakti di Jalan Kemenangan III, Pecinan Glodok, Jakarta Barat, senin (8/2). Para gepeng yang sebagaian besar terdiri dari pria, wanita, dan anak-anak itu, rela duduk di halaman kelenteng berdebu demi berharap angpao.

Di tengah kepulan asap dari lilin, dengan menggunakan baju lusuh dan memasang wajah memelas, mereka setia menunggu bagi warga yang dengan sukarela menyerahkan uang dalam bentuk angpao.

“Setiap tahun imlek saya ke sini, ngajak anak dan istri saya,” ujar Amir (43), salah seorang gepeng, Senin (8/2).

Amir yang berasal dari Surabaya. ini sudah sampai di Wihara sejak pukul 04.00 WIB. Ia datang ke Vihara bersama para tetangganya dengan mengendarai mobil dari kampungnya.

“Saya langsung kesini. Sekarang udah dapat 50 ribu,” kata Amir.

Pria yang di kampungnya bekerja sebagai kuli panggul itu menambahkan, di Klenteng ini pemberian angpao dan sembako sudah umum dilakukan menjelang tahun baru Imlek hingga berganti hari.

“Angpao sering dibagi hari ini dan besok, jadi saya bersama kawan pemulung lainnya biasanya nginap juga di sini,” tambahnya dengan wajah memandang ke sana kemari mencari pengunjung yang akan memberi angpao.

Sementara itu, Tanadi Pranata koordinator pengurus Vihara Dharma Bhakti, mengatakan tidak bisa menolak kehadiran Gepeng. Karena sejak vihara berdiri tahun 1650, ada pengelolaan sumbangan untuk para gepeng namun dengan catatan tidak berebutan.

“Sudah menjadi tradisi seperti ini, kami atur untuk yang ingin memberikan sumbangan supaya menyerahkan kepada pantia agar lebih tertib,” imbuh Pranata.  

Meski begitu, beberapa pengunjung yang hadir terlihat tidak terlalu antusias memberikan angpao. Hanya beberapa saja yang rela menyisihkan rezekinya untuk diberikan kepada para gepeng.